Refleksi: Tawuran & Semangat Kekompakan

Sabtu (15/11) kami mengira bahwa tawuran antar siswa dari 2 Sekolah Menengah Unggulan (STM dan SMA 1 Langsa) itu telah berakhir, tapi Senin (17/11) ratusan siswa STM Langsa menyerbu SMA 1 Langsa. Bahkan media massa menurunkan berita dengan judul “STM dan SMA 1 Langsa Nyaris Tawuran Kembali”.

stm5

Foto: Akibat tawuran itu Kemacetan terjadi di jalan depan SMA 1 Langsa. Senin (17/11).

Tercatat, setidaknya kami melihat bahwa hampir setiap generasi siswa STM mengalami kejadian tawuran itu. Terlepas dari benar atau salah. Setidaknya tawuran itu menggambarkan

semangat kekompakan, kebersamaan dan keberanian.

stm6

Foto: Antisipasi guru-guru mencegah belanjutnya tawuran, siswa-siswi STM Langsa dikumpulkan di halaman belakang sekolah mereka.

Dengan kejadian ini, setidaknya STM Langsa yang telah meraih banyak penghargaan dibidang manajemen sekolah dan ISO 9002, tentunya ini merupakan kejadian yang buruk, yang dapat merusak citra sekolah.

stm9

Namun jika kita melihatnya menggunakan kacamata para siswa, mungkin ini adalah pengalaman yang manis, yang bisa membuat mereka tergugah bahwa kebersamaan itu indah, berjuang bersama itu sebuah kenikmatan yang seumur hidup akan memberikan kesan dalam sanubari mereka.

Secara psikologis mungkin ini merupakan luapan emosi mereka yang sedang mengalami pancaroba, yang setiap kita pernah mengalaminya, sehingga hal ini dapat kita maklumi.

Sebagai seorang alumni STM Langsa, admin merasakan bahwa energi yang terpancar dari mereka itu berasal dari luapan rasa solidaritas dan kepekaan sosial. Dan semua itu tentunya harus diluapkan pada tempat yang benar, sehingga solidaritas itu tidak hanya diwujudkan dalam bentuk tawuran, dan rasa kesetiakawanan itu diwujudkan dalam bentuk saling tolong menolong dalam berbuat kebajikan dan berorientasi pada pembangunan mental dan pengetahuan.

Kepada adik-adik kami sekalian, sibukkanlah diri kalian dengan menuntut ilmu, membekali diri dengan keahlian, meningkatkan produktifitas, dan tunjukkan kepada mereka (siswa-siswa sekolah lain) bahwa kita siswa STM lebih unggul dibandingkan mereka dari segi pengetahuan dan keterampilan.

Semoga tawuran ini menjadi pelajaran berarti bagi kita semua, bahwa masih banyak yang harus kita perbaiki, tidak hanya dari segi fasilitas akan tetapi, STM juga memerlukan perbaikan dalam hal mental.

Peace…!!!! Peace….!!!! Peace….!!!

Iklan

Posted on November 17, 2008, in Berita, Penelusuran. Bookmark the permalink. 20 Komentar.

  1. Huakakak… tawuran-tawuran-tawuran lagi. Kejadian itu memang selalu berulang… termasuk jaman aku dulu di STM, waktu itu kita tawuran sama anak-anak kodim, masalahnya karena saling ngledek saat upacara 17an di Lapangan Alun-alun kota langsa. Gak tau siapa yang memulai tau-tau batu dan kayu sudah berseliweran diatas kepala, siswa laki-laki melepas ikat pinggangnya dan diputar-putar ke atas, sambil berlari mengejar anak-anak kodim. Demikian juga sebaliknya ana-anak kodim dengan ikat pinggannya yang lebih besar balik mengejar anak-anak STM, siswi STM yang perempuan lari pontang-panting menyelamatkan diri. Aku yang memang bukan jagonya berantem cuma menyaksikan dari jauh.. nyari slamet aja…

    Bukannya Slamet dah lama pindah ke Medan?? 😀

    Karena aku berfikir, kalo terkena lemparan atau pukulan trus cedera… siapa yang akan ngobatin… orang tuaku jauh di Aceh Tengah sana, orang gak punya lagi….

    Efeknya adalah, beberapa orang cedera baik dari STM maupun anak kodim, bahkan sampai ada yang di rawat di RSU Langsa. Karena merasa ada yang kurang puas bahkan sampai culik menculik di kedua belah pihak. Lalu salam beberapa hari kami tidak berani ke Kota Langsa jika mengenakan seragam STM, takut di culik…

    Rasa solidaritas memang sangat dibutuhkan saat teman-teman kita dilecehkan atau tidak dihargai, apalagi kalo menyangkut penghinaan terhadap sekolah kita, dimana kita menimba ilmu. Namun terkadang kita dihadapkan pada keadaan yang sulit, ikut menyerang dengan resiko bisa babak belur atau menjadi penonton dengan kehilangan rasa solidaritas ? Mohon tanggapannya.

    Emm, betul… betul betul (*dengan gaya upin dan ipin) Memang susah juga sih kalau kita diposisi saat itu.
    Aku ingat dulu waktu kawan2 tawuran ama anak SMU 3 Langsa, sampe2 Kaca Jendela Kantor SMU 3 Langsa pecah-pecah kena sasaran timpukan batu kawan-kawan. Nah aku saat itu bukannya nyari “slamet” tapi aku sedang dalam masa PKL di Dynomugi. Jadi ya, tidak sempat terpancing oleh Esmosi teman2 untuk melakukan invasi ke SMU 3 Langsa pada waktu itu.
    Em, sebenarnya kita perlu menempatkan sesuatu itu pada tempatnya, agar bener sesuai dengan apa yang diharapkan. Solidaritas, Kesetiakawanan dan apapun itu namanya, harusnya ditempatkan pada hal-hal yang baik, bukankah kita dilarang untuk tolong menolong dalam hal kerusakan, kejahatan dll.
    Emang sih, banyak sekali pembelaan2 yang kita keluarkan untuk melegalkan sebuah perbuatan jahat, jelek, yang dalam masalah ini termasuk tindakan pengrusakan, tawuran dll. Dan semua itu tergantung dari sisi mana kita melihatnya.
    Tapi, apapun yang terjadi, kita (para alumni STM) mengharapkan kalau adik-adik kita yang masih belajar jangan pernah ikutan dalam tawuran, biar aja mereka yang memiliki masalah itu yang tawuran, gak dibantuin juga selesai tu tawurannya.. Cape Deh..!! 😀 Peace Men !!

  2. qarel muhammad fikar

    tapi aq heran kenapa siswa stm mau menyerbu smansa,,,, gara-gara penyerbuan itu kaca jendela kelasku jadi pecah…………….
    By: siswa smansa angkatan tahun ini

    Adikku yang baik….
    Semua itu ada sebabnya. Dan kita menyadari bahwa tindak pengrusakan, siapapun pelakunya, tetap saja tidak bisa dibenarkan.

    Dan kami, alumni STM mohon maaf atas tindakan adik2 kelas yang bersikap emosional itu. Dan semuanya akan baik-baik saja Insya Allah

  3. SMA N 1 LANGSA jangan tauran lok tauran aku jadi sedih ni . . . aku mantan sma itu yg thn 2007 pindah ke jawa . . . . .

  4. UDAHLAH, DARI PADA TAWURANT, MENINGAN KAYAK GW NGEJABLAI

  5. hihihi…
    kok bisa ya
    masalah pacaran jadi masalah sekolah

    makanya kalau mau berantam buka seragam sekolah nya dan jangan di depan sekolah kan jadi malu sama daerah lain

    semangat terus anak stm langsa

    alumni 2005

  6. ne blog cemen amat….sepi
    maaf ya gw anak langsa….
    sekarang ge di luar studi
    gw stuju tawurann…..hajar ja anak SMA 1
    Jangn ampe kalah STM..
    dari jaman gw dulu STM ditakutin….
    Contohnya SMA 3 yang habis ancur karena gw dan temen2 gw…
    Kapan lagi…..

  7. Salam buat Koko Prayogi temen gw yang sekarang ge ngajar di STM

  8. stop anarki just live learning,

    masa anak smansa mw tawuran bwat malu aja,,

    tnjukkan klo kita berpendidikan,

    alumuni 07-08 ( 3pa5)

    • aku ade,,,,,,,,,,,,,
      nax smansa………….
      emank a gk bleh y twuran ,,,,,,,
      apa sbab a;;;;;;;;;;;
      kmu scul di mana emank a,,,,,,,
      klau kmu brani jumpain aku////////////////////////////

  9. Gua sangat ga setuju klo tauran tu melibatkan sekolah, Apa sich salah sekolah itu sampe2 harus dipecah2kan kacanya..?? Lagian gara2 beberapa orang jadi 1 sekolah yang terkena imbasnya. Termasuk aq yang harus lari pontang panting karena menghindari lemparan batu dari siswa STM.. Sampe2 aq plngpun terpaksa harus mengoyak simbol SMA ku tercinta gara2 ada yang ngasi kabar klo yang arah ke STM bakalan di stop, BTW rmhku ke arah Bayeun ya mau tak mau harus kulepas tu simbol dari pada aq yang babak belur. Emang itu solidaritas tapi ga seharusnya terjadi cuma gara2 uang di bambu runcing jadinya pihak sekolah yang malu. Tapi itu semua jadi pelajaran buat kita semua agar kelak ga akan terjadi lagi. Semangat Trus buat Sekolah2 Yang Ada di LANGSA khususnya SMA NEGERI 3 LANGSA.
    Alumni SMAN 3 LANGSA 2001

  10. menurut aku sich tawuran itu terjadi karena pihak pihak yang tidak bertranggung jawab saja….jadi tidak semua orang..itu hanya karena oknum belaka.mereka yang melakukan tawuran adalah anak anak bangsa yang tidak memiliki pemikiran k depan dan anak anak yang tidak memikirkan akan diri pribadinya…..anak anak yang hanya d penuhi dengan kehidupan senang senang belaka.tapia ku yakin semua itu akan berakhir cepat atau lambat…..ini juga merupakan tugas dan peran orang tua……..dan guru pula yang menjalankan perabn dan fungsi gandanya termasuk sebagai seorang ibu atau ayah d sekolah.tanamkan kembali nilai kejuangan akan bangsa…..tumbuh kembangkan kembali akan rasa nasionalisme anak anak langsa kususnya anak sekolah……thanks……

  11. tawuran kok dibilang kekompakan..kayaknya perlu dicuci otak tu.

  12. He… He…!!! Ada-ada aja STM Langsa ne… ” Pesan sita gak da kerja laen pa, Selain “TAWURAN”…… Jangn kek gitulahhh…
    mana sekolah yang sita kenal dulu TELADAN……..

  13. ayo anak2 stm ttap semangat
    jangan tkut sama anak sma…
    karena tawuran adalah khas kita.

  14. hehehe jadi ingat masa2 dulu deh

  15. Whahahahahaa

    Foto Letting Ku iki,,,,

    Pada kmn ya?

  16. udah jangan pada BERANTEM aja ! kerja aja ! cari uang !

  17. saya alumni stm n lgs 93 mau ksh saran sdkit kr adik2 tawuran itu adalah kegiatan gk bermanfaat dn merugikan semua pihak termasuk kita sebagai pelajar harus bersikap seorang yg terpelajar dlam menanggapi masalah kecil seperti itu dan sbgi lki2 hrus gentelman klau yg bermasalah satu orang hadapi dia one by one apa maunya hdapi dia jgn libatkn bnyk orng
    lebih baik lgi bicarakn dengan pegurus osis klau mereka yng mulai duluan harus meminta maaf atas kelakuannya

  18. beoh jamen ka dame…….kupu teuh ta mu pake sabe2 syedara,,,,tajak sikula ubena ji pehah pageu,,,,tajak mereuno ubena ileume,,,,,,hana guna tajak meu yuyu,,,,,yg na hase paso lam sangke…..SURVEY 2004

  19. 🙂 hampir setiap periode tahun ajaran terjadi tawuran antar sekolah yang melibatkan siswa-siswa STM (SMK Negeri 2) Langsa vs sekolah-sekolah lainnya, walaupun didaerah lain juga sering terjadi hal yang sama. Sama-sama kita tahu tawuran terjadi biasanya karena saling ejek, merasa paling hebat, paling pintar, dan paling unggul serta hal yang paling nyeleneh sekalipun yakni karena cewek 😀
    sekolah-sekolah lain biasanya keder (gentar) menghadapi anak-anak STM (SMKN 2) yang mayoritasnya anak laki-laki serta kompak ketimbang sekolah umum maupun sekolah kejuruan lain yg jumlah siswa laki-laki dan perempuannya berimbang.
    saya setuju dengan admin, bahwa kekompakan dan solidaritas haruslah untuk kemajuan serta kejayaan sekolah demi mengharuman nama sekolah dan Kota Langsa umumnya, seperti yang kita ketahui bahwa STM Langsa menjadi Juara I di tingkat Nasional serta prestasi-prestasi lainnya.
    tidak saya pungkiri juga bahwa pada masa saya sekolah dulu ketika masih kelas I, pernah tawuran dengan SMEA Negeri + SMP Kemala Budi (sekarang sekolah SMP ini sudah gak ada lagi) yang berawal ketiak siswa SMEA + SMP Kemala Budi ini meminta sejumlah uang ke siswa STM yang waktu itu belajar sore, namun karena kalah jumlah mereka kabur ke arah komplek perumahan Arakundo, dan esoknya hari Sabtu siswa STM yang pulang ke arah Kuala Simpang di pukul di daerah terminal lama (sekarang pajak sayur), karena tidak menerima perlakuan ini kami hari Seninnya kami mendatangi SMEA Negeri (SMKN 1) + SMP untuk meminta pertanggung jawaban siswa tersebut, namun karena siswa itu kabur dan akhirnya sekolah + guru yg jadi korban lemparan batu koral yg ada dipinggir jalan karena memang waktu itu sedang ada pekerjaan parit, dan akhirnya DAN DIM ngasih ceramah di lapangan belakang (Lapangan Sepak Bola) serta melarang siswa STM berjalan lebih dari 3 orang, Kapolres datang ke SMEA memberikan arahan yg sama, dan siswa SMEA pemicu tawuran terpaksa di keluarkan/pecat dari sekolahnya, setelah itu sekolah normal kembali.
    dan ketika kelas 3, kejadian terulang namun siswa STM vs SMA Muhammadiyah karena alasan perkelahian diluar jam sekolah. (sedikit berbagi pengalam) 🙂
    namun semua telah berlalu, dan siswa STM sekarang sudah banyak yg cewek, meskipun tawuran masih sering terjadi sepeninggal kami serta senior-senior pendahulu kami walaupun intensitasnya jauh berkurang, kemungkinannya karena siswa-siswa sudah lebih berfikir untuk belajar dan berkarya, namun begitu pihak sekolah maupun Dikjar harus bisa mengantisipasi semua kemungkinan yakni dengan memberikan ektra pelajaran apalagi dari dulu hingga sekarang Kota Langsa dijadikan (dicanangkan) sebagai Kota Pelajar.

    OKE… gtu za komentar dari saya Alumni ’95 Elektronika 2…
    Jayalah STM… Jayalah Kota Langsa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: