Belajar dari Ibu Penjahit Sepatu

 

Ibu Penjahit Sepatu

Lingkungan sekitar memang kaya akan pelajaran-pelajaran berharga, pelajaran bagaimana meraih kebahagian dalam kehidupan, mempertahankan hidup dan lain sebagainya. Bahkan alQuran sendiri menyiratkan kepada setiap pembacanya agar memperhatikan bagaimana Tuhan telah memberikan begitu banyak pelajaran-pelajaran di alam ini agar kita mampu menjadi khalifah yang baik dalam kehidupan kita.

Seorang ibu, memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan kita, karena setiap kita dilahirkan dari rahim seorang ibu, dia yang membesarkan, dia yang mendidik dengan sepenuh hati. Tidak bisa kita bayangkan bagaimana jika kita lahir tanpa seorang ibu disisi kita.

Namun demikian, kenapa masih banyak anak yang tidak menghargai jasa-jasa seorang ibu. Kenapa masih ada anak yang menghardik, mencaci dan meremehkan seorang ibu? tidakkah dia sadar bahwa betapapun banyaknya harta seorang anak, tidak akan cukup dan tidak akan pernah cukup untuk membayar jerih payah seorang ibu yang telah membesarkannya. Tidak akan…

Demikianlah besarnya perjuangan seorang ibu untuk membahagiakan anak-anaknya. Sehingga walaupun seorang ibu tidak didampingi lagi oleh suaminya namun dia tetap tegar dengan berbagai tantangan dia tetap berusaha.

Ibu yang saya temui beberapa hari yang lalu adalah sosok seorang ibu yang begitu luar biasa dalam pandangan saya, karena walaupun dirinya seorang perempuan tetapi tidak malu dan canggung untuk menjadi penjahit sepatu. Kondisi perekonomian yang sulit telah menjadi pendorong semangatnya untuk tetap berusaha mencari rejeki dari pekerjaan yang halal.

Ini menjadi pelajaran bagi kita betapa seorang ibu dengan keterbatasannya, dia memiliki semangat yang tinggi untuk tidak duduk manis menunggu sumbangan para dermawan, dia tidak mengulurkan tangan untuk meminta-minta pada orang yang lalu-lalang, tetapi dia kerahkan segala kemampuan yang dia miliki untuk mendapatkan rejeki yang halal bagi anak-anak dan keluarganya.

“Jangan kalian melihat besar kecilnya penghasilan, tapi lihatlah proses mendapatkan penghasilan tersebut. Semakin sulit mendapatkannya, semakin besar penghargaan kita terhadap penghasilan kita tersebut.”

Posted on November 21, 2010, in Berita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: