Pemerintah dan Sampah

 

Saluran Air Jadi Saluran Sampah

Bulan-bulan ini, dimana intensitas curah hujan begitu tinggi dibanding dengan bulan lainnya, pembicaraan masyarakat berputar pada pemerintah yang kurang tanggap dengan masalah drainase, banjir dan sampah.

Sebagai anggota masyarakat, saya melihat bahwa masyarakat kita semakin hari semakin bertambah pintar dengan berbagai masalah yang mereka hadapi, dan berbagai masukkan yang mereka terima. Sehingga masyarakat kita sekarang lebih senang mencari siapa yang mesti disalahkan dalam suatu masalah, ketimbang mengintrospeksi diri sendiri.

Seperti itulah mereka melihat masalah banjir, mereka sibuk menyalahkan pemerintah yang hanya bersiap tiap tahunnya memberi bantuan dan tidak mencari solusi agar banjir tidak datang setiap tahun.

Padahal, jika kita mau mencermati dan memperhatikan kehidupan masyarakat kita, disana kita akan melihat bahwa upaya pemerintah untuk mencegah banjir dengan menjaga kebersihan saluran air itu malah mereka kangkangi. Masyarakat kita tidak sadar bahwa saluran air yang dibuat oleh pemerintah itu bukanlah tong sampah, bukan pula saluran sampah yang bisa seenaknya membuang sampah di saluran itu.

Hal sekecil ini malah tidak disadari oleh kebanyakan masyarakat, sehingga mereka lebih suka mencela pemerintah, menyalahkannya dll. Seharunya, masyarakat lebih pro-aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Sehingga hal-hal yang tidak kita harapkan tidak akan pernah kita alami. Berdoa saja tidak cukup tanpa ada usaha riil yang kita lakukan.

Iklan

Posted on Desember 5, 2010, in Berita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: