Pajak Samar Kota Langsa

Langsa, 20/5/2011. Sekira pukul 22.00 saat saya duduk di sebuah warung sate di sekitaran Lapangan Merdeka Kota Langsa, datang seorang berbaju dinas DLLAJ Kota Langsa yang menarik setoran pajak kepada seluruh pedagang dan tukang parkir yang ada di sekitar tempat itu. Setelah petugas itu pergi, saya pun menanyakan kepada pedagang sate itu tentang apa yang dilakukan petugas DLLAJ Kota Langsa tersebut. Pedagang sate itu pun menceritakan bahwa petugas tadi adalah pemungut setoran pajak.

Selembar kertas berwarna kuning disodorkan pedagang sate tersebut, dan saya pun memperhatikan kertas tersebut sambil menanyakan berapa besar pungutan yang ditarik setiap harinya dari pedagang jalanan seperti tukang sate, dll. Pedagang sate tersebut menyebutkan bahwa setoran yang ditarik dari mereka sebesar Rp. 2500,- per hari.

Setelah memperhatikan kertas berwarna (retribusi) tersebut, dan mendengarkan pengakuan pedagang sate itu, saya menjadi heran karena dikertas tersebut tidak tertera jumlah besaran dari setoran/pajak/retribusi yang mesti dibayarkan. Saya pun menanyakan kepada pedagang sate, kenapa tidak ada tertulis besaran pajak yang harus dibayarkan?. Terpancing dengan pertanyaan saya, pedagang sate tersebutpun mengeluhkan pajak yang tidak jelas kemana arah dan tujuannya. Wajar saja karena petugas yang memungutpun berbeda-beda dan terkadang pakaian dinas dan terkadang pakaian biasa, ditambah lagi dengan adanya biaya/pajak yang dipungut per bulannya sebesar Rp. 20.000,- tentu saja hal itu menjadi masalah bagi pedagang kecil seperti mereka.

Akhir cerita, kepada Pemerintah Kota Langsa dan jajarannya yang berkaitan langsung dengan masalah ini atau tidak, hendaknya menyikapi dan menelusuri pelaksanaan Qanun masalah pengutipan pajak bagi pedagang kecil, pedagang kaki lima dsb, apakah sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di lingkungan Pemerintah Kota Langsa atau tidak.

Jika pungutan pajak tersebut tidak jelas pelaksanaannya tentu saja akan merugikan masyarakat kecil, dan merusak perekonomian masyarakat yang berdampak negatif pula bagi Pemerintah Kota Langsa dalam mensejahterakan masyarakatnya.

Posted on Mei 20, 2011, in Berita and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Setuja pak……………….!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: