Siswa SMK Juga Bikin Proyektor & Laptop

Jakarta Mobil Esemka buatan anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) belakangan ini sedang hangat diperbincangkan. Maklum Wali Kota Solo, Joko Widodo, menggunakan Esemka sebagai mobil dinas. Rupanya anak-anak SMK ini tak hanya jago bikin mobil, tetapi juga proyektor dan laptop.

“Selain urusan mobil, yang sudah kita pakai adalah rakitan laptop. Kalau kita mau membagi laptop ke SMK-SMK, ya produk dari SMK itu. LCD, proyektor juga demikian,” kata Mendikbud M Nuh, di Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2012).

Memang produk lain buatan anak SMK tidak seramai mobil Esemka, namun M Nuh sangat bangga dengan prestasi anak-anak itu. Dia pun sangat berterima kasih produk pendidikan seperti mobil Esemka memenuhi halaman-halaman media massa, apalagi diwartakan di halaman pertama.

“Mana pernah urusan kaya’ gini masuk media sampai halaman pertama. Baru kali ini urusan produk pendidikan masuk media halaman pertama dan semua orang berkomentar mulai dari DPR. Kami sangat berterima kasih,” tutur Nuh dengan senyum mengembang.

Dia menambahkan, anak-anak SMK diberi bekal penguasaan keahlian tertentu yang tujuannya meningkatkan kemampuan peserta didik. Selain itu pendidikan ini juga diberikan untuk menguji hal-hal yang bersifat kemampuan dan kerja praktik.

“Juga diharapkan mampu memproduksi produk yang sifatnya end product yang bisa dihasilkan dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuh Nuh.

Mobil Esemka, lanjut mantan Menkominfo ini, sekarang masuk fase tahun ketiga dan keempat, yaitu fase uji. Menurutnya ada sekian banyak fase yang harus dilakukan.

“Sekarang itu fase uji lapangan mulai dari yang terakhir itu sampai uji emisi. Sekarang itu dilakukan. Harapannya kalau uji emisi itu sudah dilakukan, selesai semua. Maka barulah masuk pada fase komersialisasi,” papar dia.

Pertama kali muncul model ini tahun 2007. “Presiden bahkan sudah meneken teken di kap-nya itu. 2009 Kemarin juga. 2011 Juga saya teken. Ada beberap modul yang setiap saat ada dilakukan pengembangan,” ujar Nuh.

M Nuh mengaku tekah melakukan diskusi dengan Menteri perindustrian. Hal itu dilakukan agar Kementerian Perindustrian memberikan dukungan sehingga nantinya mobil ini bisa diproduksi secara massal.

“Tapi juga bisa bergandenegan tangan dengan BUMN, swasta, nasional. Sehingga sebagai bagian dari wadah untuk menampung kreasi dari anak-anak kita,” ucap mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini.

(nvt/nwk) 

Posted on Juli 5, 2012, in Berita and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: